Author Guidlines

Format Umum

Naskah disiapkan secara elektronik pada dokumen berukuran A4 dengan margin 3 cm pada seluruh sisi. Huruf yang digunakan adalah Times New Roman dengan ukuran 12 pt dan spasi 1,5. Naskah harus ditulis pada dokumen dengan aplikasi Microsoft Office Word (ekstensi .doc atau .docx)

Bahasa 

Jurnal Farmasi Higea menerima naskah dalam Bahasa Indonesia. Naskah harus ditulis mengikuti kaidah bahasa yang baik dan benar. 

Komponen dalam Naskah

  • Judul: ditulis dengan sentence case dalam Bahasa Indonesia; singkat dan jelas dan mencerminkan isi naskah; dan masing-masing tidak lebih dari 18 kata
  • Abstrak: ditulis bilingual dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris; jumlah kata 150- 250; memuat latar belakang, tujuan, metodologi, ringkasan hasil serta kesimpulan; Kata kunci dapat berupa kata atau frase, maksimal 5 kata kunci, dipilih yang paling mewakili dan paling spesifik menggambarkan isi naskah. Setiap kata kunci ditulis dengan format sentence case, dipisahkan dengan titik koma. Singkatan harus disertai dengan kepanjangannya pada awal kemunculannya.
  • Sistematika Naskah: Naskah “Artikel Penelitian” dipersiapkan dengan sistematika sebagai berikut: Judul; Abstrak; Pendahuluan; Metode Penelitian; Hasil dan Diskusi; Kesimpulan; Saran (jika diperlukan); Daftar Pustaka; Tabel; dan Gambar (sesuai dengan template). 
  • Sitasi dan Referensi: Rujukan kepustakaan di dalam naskah dibuat dengan menggunakan nama awal penerbit dan tahun yang diletakkan dalam tanda kurung ( ). Daftar Pustaka ditulis dengan format Harvard yang sudah disesuaikan dengan format yang Jurnal Farmasi Higea. 

Naskah yang disiapkan tidak boleh mengandung identitas penulis. Hal ini karena Jurnal Farmasi Higea memberlakukan kebijakan double blind review. Nama dan afiliasi penulis (author dan coauthor) dituliskan pada bagian metadata naskah di website pada saat naskah di-submit secara online.

Abstrak Bahasa Inggris

  • Untuk judul yang mengandung nama daerah, harus dilengkapi dengan kata “Indonesia”
  • Abstrak bahasa Inggris harus ditulis dengan menggunakan tenses (tipe kalimat) yang sesuai. 

Metode Penelitian

  • Metode penelitian harus dibagi menjadi beberapa sub-judul yang sesuai dengan topik dan jenis penelitian. Beberapa contoh sub-judul yang relevan misalnya: 
    • Untuk penelitian eksperimental: Bahan; Penyiapan ekstrak tanaman; Karakterisasi ekstrak; Peyiapan hewan percobaan; Evaluasi aktivitas antidiabetes; Analisis data; dsb
    • Untuk penelitian observasional: Rancangan penelitian; Populasi dan sampel; Analisis data; Penarikan kesimpulan; dsb 
  • Nama alat yang dicantumkan hanyalah instrumen utama di dalam penelitian. Alat-alat umum seperti alat gelas, alat suntik, timbangan, dan sejenisnya tidak perlu dicantumkan. 
  • Alat dicantumkan pada bagian subbagian metode penelitian atau prosedur yang sesuai (tidak dibuatkan pada paragraf khusus yang diberi subjudul “Alat”). Setiap nama alat harus disertai dengan merk dan negara produsennya yang ditulis di dalam tanda kurung.  

Tabel dan Gambar

Tabel harus memenuhi ketentuan berikut:

  • Tabel ditulis berurutan dengan nomor dan judul ditulis di atas tabel, misalnya Tabel 1. Judul tabel menggunakan spasi tunggal, center, 12pt, bold. Untuk elemen tabel harus menggunakan spasi tunggal, 10pt. Spasi ganda dapat digunakan untuk menunjukkan pengelompokan data atau bagian yang terpisah dalam tabel. Judul kolom pada tabel ditulis menggunakan 10pt, bold. Pastikan angka-angka yang tertera jelas dan dapat terbaca. Jangan menampilkan garis vertikal pada tabel. Hanya ada garis horizontal yang harus ditampilkan dalam tabel. Sebelum tabel, masukkan pengantar untuk menjelaskan tabel tersebut. Tabel dibuat dalam 1 kolom dengan posisi center.

Gambar dan Grafik

  • Gambar ditampilkan dengan menyertakan judul dan nomor secara berurutan yang diletakkan di bawah gambar, misalnya Gambar 1 (center, 12pt). Pastikan bahwa gambar yang digunakan jelas dan dapat terbaca. Hardcopy gambar yang digunakan harus dipindai dan disertakan sebagai versi elektronik dalam dokumen yang disertakan dalam format .bmp atau .jpg. Sebelum gambar, tuliskan pengantar untuk masuk ke gambar. Gambar dibuat dalam satu kolom dengan posisi center.
  •  

Referensi

  • Jurnal Frmasi Higea senantiasa menyarankan penggunaan literatur bereputasi dan terbaru dengan jumlah minimal 20 rujukan dengan mengutamakan literatur primer (seperti artikel jurnal) dibandingkan dengan literatur sekunder. Penulis diminta hanya menggunakan literatur primer yang terindeks oleh Google Scholar dan sedapat mungkin memiliki nomor DOI dalam rangka mempermudah verifikasi referensi
  • Minimal 30% rujukan merupakan sumber yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir
  • Referensi berupa halaman website hanya diizinkan untuk tulisan yang bersumber dari website suatu organisasi/lembaga resmi, atau layanan online bereputasi. 
  • Jurnal Farmasi Higea menggunakan teknik sitasi dan referensi dengan basis style Harvard. Penulis sangat disarankan untuk memanfaatkan aplikasi reference manager dalam mempersiapkan naskah.
  • Contoh penulisan referensi:
    • Artikel Jurnal

Davis, L, Mohay, H & Edwards, H 2003, ‘Mothers’ involvement in caring for their premature infants: an historical overview’, Journal of Advanced Nursing, vol. 42, no. 6, hh. 578–86.

    • Buku

Conley, D 2002, The daily miracle: an introduction to journalism, Oxford University Press,New York.

    • Artikel Online

desJardins, M 1998, How to succeed in postgraduate study, Applied Ecology Research Group, University of Canberra, dilihat 26 April 2001, <http://aerg.canberra.edu.au/jardins/t.htm>

Â